Warga Ngento Lestarikan Tradisi Wiwit Panen

bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo memotong tumpeng pada rankaian kegiatan wiiwt panen di bulak Ngento, Pengasih pda Minggu (20/3/2015)
bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo memotong tumpeng pada rankaian kegiatan wiiwt panen di bulak Ngento, Pengasih pda Minggu (20/3/2015)

KULONPROGO – Kelompok Tani Ngudi Makmur, Dusun Ngento Desa Pengasih Kecamatan Pengasih menggelar tradisi wiwit panen padi di Bulak Ngento, Minggu (20/3) siang. Hadir bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, Kepala Dinas Pertanian Bambang Tri Budi dan juga Dandim Kulonprogo. Tradisi ini menjadi akang melestarikan budaya yang ada di masyarakat.
Rangkaian wiwit ini diawali dengan kirab bregodo petani dari rumah tokoh adat menuju lokasi. Mereka membawa beberapa ubarampe yang dibutuhkan dalam kegiatan wiwit pane. Mulai dari gunungan padi sampai dengan nasi tumpeng, ingkung, pisang raja dan aneka jajanan pasar.
“Tradisi ini untuk memetri tradisi panen yang mulai ditiggalkan,” jelas Kepala Desa Pengasih, Joko Purwanto, di sela acara.
Menurutnya, banyak tradisi yang memiliki kearifan local yang mulai ditinggalkan masyarakat. Sebagai desa rintisan budaya, merasa perlu ada kegiatan untuk melestarikan tradisi itu.
Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur, Kastono menyampaikan, hasil panen tahun ini mengalami peningkatan dari panen tahun lalu. Pada Musim Tanam (MT) pertama tahun 2015 sebanyak 5,78 ton per hektar,kini 5,8 ton per hektar.
“kita juga selalu menjadi program kegiatan pemerintah baik cabe, jagung dan komoditas lain,” jelasnya.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyoe mengatakan kandungan kimia dalam tanaman tidak akan hilang. Hasil panen tersebut dikonsumsi oleh manusia bisa merusak organ tubuh seperti ginjal, hati dan paru-paru. Untuk itulah disarankan menggunakan pupuk organic.
“Semoga masyarakat dan petaninya semakin makmur,” jelas Hasto. (muy)

Please follow and like us:
, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *