Takut Merugi, Petani Bawang Merah Panen Dini

 

ilustrasi.kabarkulonprogo.com
ilustrasi.kabarkulonprogo.com

KULONPROGO – Petani bawang merah di Kabupaten Kulonprogo terpaksa memanen dini tanaman bawangnya. Hujan deras yang kerap menggenangi tanaman ini, menjadikan ancaman bagi produksi bawang.
“Kita panen dini dari pada busuk,” jelas Turijo di Demangrejo, Sentolo.
Tanaman bawnag idealnya dipanen ketika berusia 55 hari ke atas. Namuns aat ini petani sudah mulai panen meski baru berusi 40 hari. Ini dilakukan karena mereka tidak mau merugi karena ancaman banjir dan air hujan.
Dalam kondisi normal, seribu meter persegi mampu menghasilkan 1 ton. Namun saat ini maksimal hanya 700 kuintal saja. Bahkan banyak yang memanen lebih dini, untuk menghindari kerugian.
“Daripada busuk, mending dipanen lebih awal,” tandasnya.
Kondisi ini menjadikan harga bawang merah di pasaran juga turun. Sebelumnya harga bawang masih diatas Rp20 ribu per kilogramnya. Namun saat ini hanya Rp17 ribuan saja.
“Cuaca susah diprekdiksi, risikonya tinggi,” kata Tukirin. (dys)

Please follow and like us:
, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *