Ratusan Tawon Ndas, Sengat Warga Panjatan

 Seorang polisi berjaga di Jembatan Batik Panjatan, pasca ada belasan warga taersengat lebah
Seorang polisi berjaga di Jembatan Batik Panjatan, pasca ada belasan warga taersengat lebah

KULONPROGO – Sebuah rumah lebah di atap rumah milik Sastro yang terletak di Pedukuhan II Panjatan ambrol. Akibatnya ratusan lebah yang dikenal dengan Tawon Ndas ini mengamuk. Ada abelasan warga terkena sengatan lebah dalam dua hari ini.
Ratusan lebah ini mengamuk sejak Senin (29/2) lalu, secara bergerombolan, kawanan lebah ini terbang rendah di sekitar jematan batik, Panjatan. Sejumlah pengendara sepeda motor menjadi sasaran lebah yang memiliki warna hitam dengan kombinasi kuning di badannya.
“Sudah belasan yang tersengat dan banyak yang lapor ke polsek,” tegas Babinkamtibmas Desa Panjatan Bripka Widi Sriyono.
Agar korban tidak bertambah, polisi terpaksa diturunkan untuk mengatur jalan. Bahkan jalan corblok yang berada persis di sisi jembatan batik ditutup. Polisi juga telah menghubungi tim Sar untuk penanganan lebih lanjut.
Salah seorang korban Samini mengaku terkena sekitar lima sengatan lebah di punggung belakang dan tangan kirinya. Saat itu dia tengah melintas di dekat jembatan. Tanpa mengetahui arah dari mana, ada lebah mengejar dan langsung menyengatnya.
“Rasanya itu panas ngregesi di badan,” tutur Samini.
Beberapa warga terpaksa mengungsi, karena takut serangan lebah kian menggila. Termasuk cucu dan menantu pemilik rumah yang ada sarang lebahnya.
Yuni Retno Wulandari menantu Sastro mengaku tidak tahu pasti sejak kapan lebah itu bersarang. Selama ini lebah yang ada di sisi atap bagian luar ini tidak pernah menyengat warga. Baru ketika ada hujan dan membuat sarangnya ambrol, banyak lebah terbang rendah dan menyengat warga.
“Saya terpaksa mengungsi bersama anak saya.,” jelas Yuni. (dys)

Please follow and like us:
, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *