Manunggal Fair dievaluasi, Kunjungan Membeludak Ideal di Taman Budaya

bupati Kulonprogo Hasto wardoyo dan ibu Setyowireni  melihat produk UMKM yang dipamerkan dalam Manunggal fair 2017 di lapangan UNY  Kampus wates beberapa wkatu lalu.
bupati Kulonprogo Hasto wardoyo dan ibu Setyowireni melihat produk UMKM yang dipamerkan dalam Manunggal fair 2017 di lapangan UNY Kampus wates beberapa wkatu lalu.

PENGASIH – Rencana pemkab Kulonprogo untuk menggelar Manunggal Fair di Taman Budaya, Pengasih untuk tahun-tahun mendatanhg dirasakan tepat. Jumlah penonton yang dating ke Lapangan UNY Kampus Wates dalam event Manunggal Fair 2017 kemarin setiap harinya lebih dari belasan ribu pengunjung. Jauh diatas kunjungan penonhton di Stadion Cangkring pada 2016 lalu.
“Sangat tepat kalau di sana (Taman Budaya), akan lebih ideal,” jelas Ketua panitia Manunggal Fair, Abdul Malik Arroihan dalam bincang media evaluasi penyelenggaran Manunggal fair 2017 di RM Kampung Rasa akhir pecan kemarin.
Manunggal Fair tahun ini merupakan event pameran untuk menampilkan berbagai produk unggulan Kulonprogo. Bahkan pelaku UMKM banyak memajang produk untuk lebih dikenal di pasar.
Setiap harinya, pengunjung yang datang mencapai belasan ribu. Belum saat akhir pecan. Sedangkan di Stadion Cangkring tahun lalu hanya sekitar 6.000 pengunjung per hari atau per malam.
Dari 207 kapling, rata-rata transaksi per hari mencapai sekitar Rp 300.000 per hari per kapling pada tiga hari pertama. Kemudian di tiga hari terakhir mengalami kenaikan, mencapai di atas Rp 600.000 per hari.
“Itu transaksi di pedagang kecil,” tutur Sekretaris Manunggal Fair Suharyanto.
Dia berharap dalam event tahun mendatang ada kepastian waktu penyelenggaraan Manunggal Fair. Kemarin panitia hanya diberi waktu tiga pecan. Hal ini menyulitkan untuk mendapatkan dukungand ari sponsor. (dys)

Please follow and like us:
, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *