Kerap Dijual Anakan, Populasi Sapi Minim

ilustrasi.kabarkulonprogo.com
ilustrasi.kabarkulonprogo.com

PENGASIH – Populasi ternak sapi di Kabupaten Kulonprogo hanya sekitar 8.000 ekor. Sedangkan yang siap untuk kurban hanya 2.600 ekor. Kebiasaan masyarakat menjual anakan, menjadi penyebab populasi sapi minim.

“Petani kita hanya memelihara sejak lahir sampai siap disapih. Setelah itu dijual dan ini yang mengakibatkan populasi ternak minim,” tutur Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan, Kulon Progo Nur Syamsu Hidayat.

Kebiasaan peternak akan menjual sapi ketika sudah bisa disapih (bisa dipisah dengan indukan). Dinas berupaya untuk meningkatkan usaha penggemukan. Saat ini, ada lima kelompok ternak, yang menjadi target kelompok penggemukan ternak. Tiga kelompok di Panjatan, satu kelompok di Pengasih dan satu kelompok lagi di Kalibawang.

Pada tahap awal, kelompok ini mendapatkan dana dari Pemerintah Pusat, yang diwujudkan 25 ekor sapi jantan. Di Kalibawang sudah berkembang 60 ekor lebih.

Penggemukan ternak ini juga ada aturan yang harus dipenuhi. Salah satunya soal pakan yang dikonsumsi harus lebih 10 persen dari berat badan. Bahkan ada salah satu kelompok di Panjatan, sapi ternak diberi makan buah-buahan, yang mampu menghasilkan sapi berbobot 450 Kilogram. (dys)

Please follow and like us:
, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *