Bupati Tak Rekomendasi, Izin Gafatar di Kulonprogo

rumah di Sentolo ini pernah dipakai untuk sekretaruat Gafatar Kulonprogo, pada 2012 silam
rumah di Sentolo ini pernah dipakai untuk sekretaruat Gafatar Kulonprogo, pada 2012 silam

KULONPROGO – Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulonprogo, Tri Wahyudi mengatakan, Gafatar pernah beroperasi di Sentolo tahun 2012 dengan menyewa rumah warga sebagai sekretariat. Namun waktu itu ada keberatan dari ormas terkait kebaradaan Gafatar karena ajaran-ajarannya kurang sesuai dengan yang ada di masyarakat.
“Sudah dilakukan koordinasi, akhirnya Pak Bupati Kulonprogo mengeluarkan surat pada 1 Agustus 2012 tentang penghentian ormas dan pengurus Gafatar,” ungkapnya.
Pada 2015, kata dia, Gafatar kembali mengajukan lagi untuk membuka secretariat di Kulonprogo setelah adanya keputusan MK terkait UU No 17 tahun 2013 tentang Ormas. Bupati melakukan audiensi dengan pengurus Gafatar serta Forkopimda dan ormas-ormas yang dulu keberatan.
Kalau substansinya mungkin sudah tidak ada masalah, seperti menyatakan setia pada Pancasila, undang-undang, bersedia tetap teguh dan berjuang pada jalan kebenaran sejati.
“Karena ada yang tidak sesuai, Pemkab tidak memberikan izin terkait operasional Gafatar di Kulonprogo,” jelasnya.
Saat pengajuan pada 2015, dicantumkan sebanyak 38 orang daftar pengurus. Namun alamatnya banyak yang di luar Kulonprogo, sedangkan yang kulonprogo sendiri hanya satu orang beralamat di Karangsewu, Galur, sebagai staf sekertariat.
“lainnya dari Bantul, Kota, Sleman, Kebumen, ada juga yang Magelang,” imbuhnya.
Kapolres Kulonprogo AKBP Yuliyanto, mengatakan sudah tidak ada lagi Gafatar di Kulonprogo. Saat ini mereka juga melakukan pantauan di lapangan. Namun semuanya sudah tidak ada yang aktif.
“Memang sempat di Sentolo dan Sidomulyo, tetapi aktivitasnya sudah tidak ada,” tuturnya. (muy)

Please follow and like us:
, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *