Berjudi Online, Pak Tani Diciduk Polisi

ilustrasi.kabarkulonprogo.com
ilustrasi.kabarkulonprogo.com

KULONPROGO – Kemajuan teknologi menuntut seluruh lapisan msyarakat untuk berlomba agar bisa menguasi. Internet menjadi salah stu kebutuhan di masyarakat. Bahkan petani juga sudah banyak yang mengenal. Namun pemanfaatannya harus bijaksana, karena ketika salah bisa menyebabkan permasalahan hukum.
Seperti yang dialami Ef;26 warga Galur Kulonprogo. Dia diciduk polisi ketika tengah melakukan judi online di salah satu warnet yang ada di wilayah Brosot.
“Petani ini kita tangkap sedang berjudi poker online, dia merupakan petani,” jelas Kasat Reskrim Polres Kulonprogo AKP Anton.
Terungkapnya kasus ini berawal dari rasia yang dilaksanakan kepolisian. Menjelang bulan puasa, polisi intensif melakukan rasia penyakit masyarakat seperti perjudian dan peredaran miras.
Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita satu unit computer, slip bukti transfer dan kartu ATM sebagai barang bukti. Tersangka langsung digelandang ke Mapolres Kulonprogo guna pemeriksaan lebih lanjut. Dia akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.
“Kita masih melakukan pemberkasan dan kita jerat dengan pasal 303 KUHP,” terangnya.
Wakapolres Kulonprogo, Kompol Andreas Deddy Wijaya menambahkan, dari hasil Operasi Cipta Kondisi selama Januari hingga Mei ini, Polres Kulonprogo bersama Polsek jajaran menangani 14 kasus perjudian yang melibatkan 30 tersangka. Kasus ini tersebar di sejumlah wilayah seperti Wates, Panjatan, Galur, Kokap, Nanggulan dan Pengasih.
Menurutnya meski sudah sering digelar rasia, namun praktik perjudian di masyarakat masih ada. Baik berupa judi dadu, remi, hingga dengan perjudian modern secara online.
“Apapun bentuk perjudian pasti kita tindak,” ujarnya.(dys)

Please follow and like us:
, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *